Travelling Ala-ala BackPacker Ke Singapore (Part 1)

Well…let’s start the story guys
Kepergian liburan kali ini dalam rangka memanfaatkan tanggal merah pada bulan desember 2016. Planning kepergian sudah kita buat 4 bulan sebelum keberangkatan yaitu tanggal 9, 10, 11 dan 12 desember 2016. Dengan timeline Agustus : Beli Tiket Pesawat (Pontianak-Batam PP), September : Booking Hotel (Johor Bahru dan Singapore), Oktober : Nabung untuk Transport + Makan, November : Nabung buat belanja. Untuk point di Bulan Agustus dan September sih Alhamdulillah terlaksana (kalo mau rincian datanya nanti saya kasi rekapan di bagian akhir), tapi Oktober dan November hanya wacana akhirnya jebol tabungan juga pas bulan desember >,
Kali ini saya berangkat bersama 4 orang teman saya, dengan komposisi saya pribadi, ray, shahab, sebagai followers (me and ray as a first time traveller), sebagai tour guide kita kali ini kak delvi bersama suaminya (guardian angel) alias bang andi.
Bisa dibayangkanla ya, kalo anak ciwi-ciwi kalo mau berangkat pasti hebohnya luar biasa (as u know, yang seharusnya ini keberangkatan yang sangat rahasia pribadi bisa menjadi rahasia perusahaan), karna keberangkatan kita dimulai hari jum’at tanggal 9 desember 2016 jam 13.55 dari pontianak dengan Lion Air, yang artinya habis sholat jum’at/dzuhur kita udah harus berangkat ke Bandara.
Day1. Jum’at, 9 Desember 2016
Pontianak-Batam
Perjalanan dimulai dengan hujan badai ke bandara Supadio, mari kita check point dulu.
p_20161209_132002_bf
Sampai di Bandara, check in langsung karna tanpa bagasi, masing-masing cukup dengan ransel dan tas kecilnya. Alhamdulillah kali ini si Lion on time, keberangkatan langsung jam 13.55 sudah boarding, tapi kelamaan masukin bagasi deh, sampai di batam jam 15.30.  Dengan kondisi cuaca di Batam hujan yang cukup lebat. Setelah itu kami berlima naik taxi ke Batam Center dan sampai disana sekitar jam 17.00, dan langsung check in di Majestic dengan ambil penyebrangan jam 17.30 ke Singapore.
Batam-Singapore
P_20161209_171918_BF.jpgJam 17.30 chulbal guys dari Batam ke Singapore dengan durasi perjalanan kurang lebih 1 jam (kalo masih ada urusan di Kantor yang masih belum selesai, silahkan dilupakan dan segera matikan Hp anda). Disini dilakukan check out passpor untuk status keluar dari Indonesia.
Salah satu tips ketika menyebrang menggunakan fery, jangan pilih kursi yang paling depan, karena hantaman ombaknya lebih besar dibandingkan dibelakang (like we do), akhirnya karna first time traveller tadi, dapat kursi paling depan dan menikmati betapa kencangnya ombak di area penyebrangan.
Singapore – Johor Bahru
P_20161209_202151_BF.jpgSampai di Singapore jam 19.30 waktu setempat (perbedaan waktu 1 jam), di pelabuhan HarbourFront dilakukan check in passpor untuk masuk ke Singapore, kalau bisa ambil antrian paling depan karena untuk waktu liburan banyak orang Indonesia yang berdatangan ke Singapore. Antri di custom sekitar 1 jam untuk cap passpor. Alhamdulillah untuk masuk ke Singapore kali ini lancar, hanya ditanya akan menginap dimana dan selama berapa hari. Setelah cap passpor perjalanan lanjut untuk naik MRT dari HarbourFront ke Kranji. Cukup berjalan kaki sebentar, kita langsung beli tiket MRT (kisaran 1,6-2,7$ Singapore tergantung jarak). Setelah itu naik MRT mulai jam 21.00 masih melanjutkan perjalanan ke Kranji.
P_20161209_205015_BF.jpgDengan kondisi negara Singapore yang to many rules ga boleh minum ga boleh makan di MRT, jadi kalo haus pandai-pandai ajalah nyari kesempatan minum di lain tempat. Perjalanan pake MRT ga lama, Cuma kalo harus pindah jalur kita harus jalan kaki kadang di lantai yang berbeda. Kalo liat kondisi di MRT bikin betah, bersih banget, dan kita bisa liat habbitnya orang sana, di MRT masih bisa baca buku, headset dan Hp itu pegangan wajib buat mereka.
Sampai di Kranji jam 21.58, lanjut perjalanan menuju ke JB Central (nah ini yang bikin bingung kita harus pake bis yang mana, jadi kalo bingung tanya aja penduduk setempat, kali ini kami naik bis nomer 2 dengan angka 170 à makin bingung kan lo), kali ini bang Andi sebagai pemandu wisata yang katanya tiap tahun bolak balik SG (udah kayak kampung halaman) nanya ke bapak-bapak orang Malaysia yang juga mau ke Johor Bahru, akhirnya kita ngekor untuk ke JB Central untuk cap Passpor. Makin malam tapi perjalanan makin naik ritmenya.
Jam 22.05 check point di Woodlands tapi ini kita baru turun dari bis, masih jalaaaaaaan (gilak ni masih bawa tentengan, dibawa jalan naik turun tangga kayak TKI beneran, dan bang Andi sebagai agentnya, jalan aja sampe 15 menit). Jam 22.20 mulai ngantri cek point untuk keluar dari Singapore, dengan antrian panjaaang. 22.39 selesai antrian langsung naik bis (tiket bis yang tadi masih bisa digunakan dengan nomor bis yang sama, jadi jangan sampai hilang ya), menuju check point passpor untuk masuk ke Malaysia. 22.56 sampai di check point Malaysia (Johor Bahru) dan ngantrinya sedikit nih, langsung selesai Cuma berapa menit. Jam 23.00 urusan administrasi selesai dan kita cukup jalan kaki ke penginapan yaitu di Citrus Hotel cukup jalan 15 menit, Alhamdulillah hari pertama yang penuh dengan perjalanan dari udara, laut, darat sampai jalan kaki selesai. Tapi sebelum istirahat, kami sempatkan untuk makan di daerah belakang hotel masih banyak warung tenda makanan dengan harga yang terjangkau. Dengan menu Nasi Goreng 5RM, Air kelapa 4,5 RM. Setelah isi bensin Istirahat hari pertama untuk melanjutkan perjalanan besok harinya.

—-Bersambung—-

Karena Surga di Telapak Kaki Ibu

sayangi-ibu

Ijinkan aku menulis kisah tentang seorang wanita yang begitu besar jasanya bagi kita semua anak. Seorang “malaikat” yang Allah berikan untuk mendampingi semua anak di muka bumi ini. Ya, dia itulah Ibu, entah panggilannya bisa berbeda-beda sesuai dengan yang kau sukai, mau ibu, mama, ummy, emak, si mbok sekalipun dari panggilan kota hingga ndeso, tapi dia tetaplah wanita yang Rasulullah katakan bahwa surga ada ditelapak kaki wanita ini. Bersyukurlah bagi kalian (wanita) yang sudah merasakan betapa susah payahnya/senang bahagianya menjadi seorang ibu, sehingga kalian(wanita) akan berpikir ulang ketika hanya mengatakan “ah” kepada wanita ini.

Tidak ingin berpanjang lebar lagi, tulisan ini terinspirasi dari seorang sahabatku yang sekarang sudah tidak bersama ibunya lagi. Ya, tidak sengaja tangan “jahil”ku ketika mencari barang yang terselip dibuku harian temanku, aku membaca tulisan tentang ibunya ketika sakit. Tulisan itu membuat pikiranku buyar dan terenyuh, yang dia katakan ketika ibunya sakit à kurang lebih seperti ini : “ya, penyakit itu memang mengerikan, apalagi yang menderita penyakit itu adalah orang yang engkau cintai, dan kamu akan merasakan akan menjadi orang yang paling sedih didunia, tetapi ketika kamu mau bersabar kamu akan mendapatkan hikmahnya. Dan hanya orang pengecut yang mengganggap hidup ini tidak adil”.

Aku teringat ketika mendapatkan kabar bahwa ibu dari sahabatku ini sakit, dia “menghilang” dari kampus dan memutuskan untuk cuti agar bisa merawat ibunya. Kupikir ini sama sekali bukan keputusan yang salah, sangat tepat ketika seorang anak harus berkorban waktu untuk merawat ibunya yang sakit. Karena pikiranku teringat dengan seorang temanku waktu SMA, ketika kami masih SMA ibunya meninggal karena penyakit yang sama mengerikannya dengan ibu sahabatku. Penyakit (red-kanker) itu membuat ibunya tidak berdaya, dan akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya. Teman SMAku sangat terpukul, dan mengatakan menyesal ketika ibunya sakit dia tidak betah mendampingi ibunya di Rumah Sakit dan beberapa kali mencari alasan untuk bisa keluar dari Rumah Sakit.

Kembali ke kisah sahabatku yang memutuskan untuk cuti agar bisa menjaga ibunya. Ku baca lembaran berikutnya, akhirnya aku belajar makna kebersyukuran dan bahwa bahagia itu sederhana. Dia menuliskan “alhamdulillah, hari ini ibu bisa tidur dengan nyenyak walaupun masih gatal-gatal”, dan di lembar berikutnya tertulis “hari ini perut ibu kambuh lagi, tetap semangat J”, sungguh aku terenyuh membaca tulisan ini. Benar-benar cobaan yang sungguh luar biasa dari sudut pandangku, dia masih bisa bersyukur dalam kondisi sempit dan sedih, progress kecil dari kesehatan ibunya pun menjadi makna kebahagian yang sederhana itu.

Akhirnya tibalah pada hari itu, aku mendapatkan kabar kalau ibu dari sahabatku ini menghembuskan nafas terakhirnya (semoga Allah menerima amalan dan ibadah beliau). Aku bersama teman yang lainnya takziyah ke-rumahnya yang cukup jauh. Sampailah di rumah sahabatku jam 22.30 malam, jenazah sudah disemayamkan. Kami disambut oleh Ayah, kakak dan keluarga lainnya. Aku bersalaman dengan sahabatku, hmm entah darimana dia mendapatkan ketegaran yang luar biasa. Masih sempat bersenda gurau denganku bahkan aku tak melihat dia menangis. Sungguh Allah menunjukkan kepadaku seseorang yang begitu baik yang ada di dekatku. Aku yang melihatnya pun tidak menemukan kata “penyesalan” atas apa yang telah ia lakukan.

Hmmm… itu sekilas kisah perjalanan sahabatku, tidak ada yang sia-sia ketika kita menjaga orang tua kita yang sedang sakit. Dan setiap orang mempunya cerita dengan ibunya masing-masing, tidak hanya cerita senang yang kita miliki, cerita sedih, kesal, marah dan lain sebagainya, biarlah menjadi warna yang membuat itu menjadi indah seperti pelangi. Yang perlu kita ingat hanya satu, “surga itu ditelapak kaki ibu” :)…

Kini aku dan sahabatku memasukkan lagu maher zain “so soon” ke dalam playlist wajib kami, dia sangat senang mendengar lagu itu dan mengenang ibunya. Bagiku, itu membuatku bersyukur, karena Allah masih menjaga “malaikat”ku di dunia ini. Semangat sobat 🙂

*Aahhhh, malu rasanya aku menulis kisah ini. Mengingat ibuku, yang senantiasa mendoakanku, mengingat apa yang sudah aku lakukan, bahkan aku beberapa kali tidak mengangkat telponnya (bandelnya). >,< semoga Allah senantiasa memberkahi aktivitasmu buuuuu :’)

Tingkatan dan Tahapan Tazkiyatun Nafs

Kajian Jum’at Pagi
25 Januari 2013
Tema : Tazkiyatun Nafs #2

Oleh : Ustadz Sholihun

Tingkatan dan Tahapan Tazkiyatun Nafs
heart_cloud
Berbicara tentang tingkatan Iman itu memiliki derajat,dan derajat keimanan itu sesuai dengan seseorang yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan, hanya saja tidak seorangpun tahu mengetahui derajat keimanannya di sisi Allah karena itu hanya hak –Nya Allah swt. Ibn ‘Athoilah memberikan pandangan bagaimana mengetahui derajat iman seseorang, tingkatan-tingakatan iman ini dapat dilihat dari
1. sur’atul istjabah — respon seseorang ketika menghadapi kebaikan, tidak terburu-buru menjalankan perintah dan tidak menunda melaksanakan kebaikan. Ada kesempatan ia langsung mengambil kebaikan itu.
2. kebencian dia terhadap keburukan sebagaimana kebencian ia sekiranya ia dilemparkan ke api neraka. Sehingga berusaha untuk menjauh sejauh-jauhnya, jangankan berfikir terbetik dalam hati pun tidak, karena keburukan itu dianggap sebagai neraka.
Al Hujurat : 7
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,”
Allah memberikan rasa cinta kedalam diri manusia terhadap kebaikan, dan ada kebencian di dalam diri itu terhadap kebencian dan kefasikan itulah orang yang mendapatkan bimbingan oleh Allah.
3.Menjaga keistiqomahan, istiqomah yang dimaksudkan disini bukan hanya rutin tapi mampu menambah kualitas dari ibadah yang dia lakukan, dan ini masuk dalam BAB Ihsan, yang didefiniskan “Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu.”
Yang akan Allah tanyakan nanti Al Mulk : 2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Dalam sebuah Hadits
Barangsiapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, dan sholat 2 rakaat tanpa ada pembicaraan didalamnya, dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah swt (Hadits Riwayat Muslim).
Hanya saja istiqomah ini tidak semua orang bisa, karena harus melawan hawa nafsu dan menjaga agar ibadah tetap rutin. Karena seseorang itu pasti akan merasakan Jenuh. Lakukanlah dengan rutin walaupun sedikit.

Tahapan –>  mencapai derajat atau tingkatan yang diinginkan itu tidak datang tiba-tiba. Contoh ikhlas, ikhlas adalah proses pembinaan diri. Seseorang yang melakukan amal, belum tentu akan langsung ikhlas, ini adalah riyadhatun nafs (melatih jiwa), orang yang berhasil melatih jiwa adalah orang yang istiqomah. . Sampai kemudian derajat iman itu terus meningkat, ada kedekatan hati dengan Allah swt, menemukan ketenangan dan ketentraman batin bersama Allah swt.
Kelemahan kita ada 2 hal yaitu tidak istiqomah dan tidak sabar

Semua kita wajib menempuh jalan itu —  melatih diri —  karena ini adalah tangga menuju tazkiyatun Nafs. Apakah ketika kita membaca buku tentang yakin, sabar apakah kita akan langsung meraihnya ? tentu saja tidak, karena itu suatu proses. Ketika orang yang selalu rutin shaum sunnah, apakah kita akan langsung meraih kesabaran atau tidak? Tentu saja tidak, karena itu adalah proses yang panjang dan akan ada benturan-benturan batin dan akan menguji kekuatan ruhiyah.
Seperti ketika Rasulullah memerintahkan kaum muslimin di Mekkah untuk hijrah ke Madinah, semuanya langsung berangkat karena mereka yakin Allah akan membantu mereka.

Tidak akan pernah berhasil ketika seseorang ingin tazkiyatun nafs tetapi tidak melatih jiwanya (riyadhatun Nafs).

Fathir 32. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Dalam ayat ini secara umum ada 4 bahasan :
1. Nilai Kebaikan yang Allah wariskan kepada orang-orang pilihan (yang masuk dalam derajat tertentu)
Sebelum umat Muhammad, banyak sekali orang-orang yang sudah melampauinya, di kalangan Bani israil juga banyak pendeta yang keimanannya tinggi, nilai-nilai kesucian mereka menjalankan syariat Allah itu terwariskan. Nilai itu Allah catat di dalam Al Qur’an, (Ali Imran 113-114)
113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). 114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.
2. Bentuk pemuliaan yang diberikan oleh Allah swt
Al Fajr 29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,
3. Hamba-hamba yang dipilih Allah swt ada 3 jenis
ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan
di antara mereka ada yang pertengahan dan
diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan
4. Biiznillah, tidak ada seorangpun sampai pada derajat keimanan itu kecuali atas izin Allah. Siapa saja yang akan diizinkan Allah? Tidak ada yang tahu.
Kisah Uwais Al Qorni –> Tabiin,
Sampai Rasulullah berpesan kepada Umar, ketika bertemu Uwais Al Qorni, mintalah doa darinya. Keistimewaan Beliau adalah
1. Tidak pernah menyakiti Ibunya, tidak pernah mengatakan “tidak” kepada Ibunya, dia mengendong Ibunya dari Yaman dari makkah dan balik lagi. Dia adalah orang yang paling berbakti kepada Ibunya.
2. Hatinya bersih
3. Sedikitpun dia tidak pernah bermaksiat

Yang perlu kita lakukan adalah yang atas izin Allah, Allah menghapus dosa-dosa kita. Secara amaliah Rasulullah sudah menjelaskannya, orang yang pergi ke masjid. Dan Allah juga mengatakan Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu.
An – Nur 21. …. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tingkatan pertama
1. zholim li nafsi
Orang yang dzolim terhadap diri sendiri, kriterianya
– amal wajib sering teledor (sholat 5 waktu, puasa, amal maruf nahi mungkar dll)
– amal sunnah banyak ditinggalkan (muakkad maupun tidak)
– sering kali melakukan hal-hal syubhat (baik perbuatan maupun makanan)
– terkadang melakukan hal yang harom
Zholim–> menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Kita sebagai manusia seharusnya menempatkan dii sebagai “hamba” yang tidak punya hak untuk sombong, riya, ujub, dengki. Orang yang berani meninggalkan perintah adalah orang yang “berani/Sombong” kepada ALLah.
2. wa minhum muqtashid
Pertengahan
– amal wajib terlaksana dengn baik sekalipun hanya kuantitas
– amal sunnah banyak dilaksanakan
– Meninggalkan syubhatdan harom
3. wa minhum saabiqun bil khoiroti
– amal wajib memberikan pengaruh terhadap kondisi ruh dan perilakunya
– amalan sunnah sebagai tangga menuju ketinggian derajat di sisi Allah swt
– mubah tidak berlebihan khawatir terjatuh kepada syubhat
Hadits Arba’in 38
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya.
Darimana kita memulai tazkiyatun nafs? Next week

Menahan diri ketika terlalu semangat, dan memaksa diri ketika malas! –> Kestabilan Jiwa
Kesungguhanmu melakukan kebaikan jangan sampai menghilangkan canda tawamu ( Hasan Al Banna)

-Sekian-

Kupas Tuntas Tazkiyatun Nafs (Pengantar)

Kajian Jum’at Pagi (KAJUMPA)
18 Januari 2013

Tema : Kupas Tuntas Tazkiyatun Nafs
Oleh Ustadz Sholihun

Tazkiyatun Nafs

Upaya membersihkan jiwa atau diri menuju ketenangan batin di sisi Allah swt. Bisa menuju ketenangan batin karena sesungguhnya iman itu meniscayakan munculnya ketenangan batin kepada Allah swt. Jika iman tidak menimbulkan ketenangan batin maka itu bukan iman.

Tazkiyatun Nafs2
Al Fath :  4. Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan (Sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,
Sakinah : ketenangan batin yang disebabkan kekuatan iman seorang mukmin kepada Allah swt.
Ar ra’dhu : 28  (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Hanya saja banyak orang salah memahami ayat ini, jadi langsung berfikir tentang akibat dari dzikir. Padahal yang utama adalah :

1. Alladzi na amanu WA
Allah ingin menjelaskan imanlah yang menyebabkan ketentraman batin
BI : bisa berarti bertemu atau bersama, artinya hati orang seorang mukmin itu akan tentram ketika berdzikir kepada Allah. Berdzikir disini adalah bukan hanya menyebut kalimat dzikir tapi yaitu mengingat Allah swt. Sehingga dzikir dikategorikan :
– Dzikir mutlak : segala perbuatan yang akan menuju mengingat Allah (ex : tafakur Alam, sholat yang bisa menghadirkan dzikrullah dsb) namun tidak hanya ingat tetapi sampai dalam tahap ma’rifatullah. Pengetahuan tentang Allah inilah yang membuat rasa tenang, karena dia percaya bahwa Allah Al kholiq, Robbul ‘alamin (dzat yang menciptakan, mengatur dan memelihara mahkluk-Nya) ini ada di dalam diri Allah swt. Demikian pula pengaturan Allah kepada hamba-Nya, tidak ada satupun yang keliru.
Kenapa hidup harus direncakan padahal sudah direncanakan Allah?
(-) orang yang suka berencana
1. orang yang selalu takut gagal/ sehingga harus direncakan
2. orang akan tergantung dengan rencana itu, ketika berhasil bangga ketika gagal putus asa
3. dia akan tergantung dengan rencananya
(+)orang yang suka berencana
1. Karena hidup memang perlu target
Yang terpenting itu orang beramal sholeh
An-Nahl “97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Ikhtiar itu harus dilakukan tetapi diiringi dengan ketenangan batin. Bekerja dengan baik, sunguh-sungguh dan sabar sehingga Allah akan memberikan kehidupan hayyah toyyiban yaitu ketenangan batik dan ketentraman hidup.

Al An’am :  82. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.  Hubungan Iman dan Ketenangan
Imana –> Keamanan, ketika Allah percaya Allah Maha Kuasa, Allah akan melindungnya, Segala sesuatu sudah ditentukan oleh Allah untuk apa orang Ragu!, bahkan perencanaan hidup kita sudah ditentukan Allah. Maka rasa khouf rasa hazan akan dihilangkan oleh Allah swt, ketika kita khouf dan hazan dengan masalah duniawi maka ada yang bermasalah dengan iman ini. Sehingga kemudian iman dikatakan iman karena kepercayaan, kenapa orang percaya? Karena objek yang dipercaya itu memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan, akan menyelesaikan masalah yang ada. Keyakinan kepada objek inilah yang membuat ketenangan batin.

Contoh : Ketenangan Batin Ibunda Musa A.S, dan Allah memberikan wahyu kepada Ibunda Nabi Musa A.S. Jika Ibunda Nabi Musa A.S tidak punya iman, maka dia tidak akan mengikutinya.
Al Qoshos : 7 dan 13
7. Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari para rasul.
13. Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. 

 
Sehingga kemudian keimanan ini karena munculnya rasa kepercayaan kepada Allah swt, itu yang menjadikan ketentraman batin di dalam dirinya. Sehingga tidak ada rasa khawatir karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya sendiri, tidak akan meninggalkan hamba-Nya dalam keadaan sengsara. Orang kafir pun tidak Allah sia-siakan, apalagi orang yang beriman. Dan kuncinya adalah Iman…

3hal mendasar
1. perbaiki iman
2. ibadah yang bagus, bekerja yang bagus, amal yang sholih
3. tawakal

URGENSI TAZKIYATUN NAFS
1. Ruh/jiwa yang diteruma adalah yang bersih
Asy-syu’aro : 88-89
88. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, 89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
Dikatakan salim –> selamat, ibadah kita yang berat bukan sholat, jihad tapi yang terberat adalah melawan hawa nafsu agar tidak dikendalikan oleh syetan tapi agar dikendalikan oleh Allah swt. Jika kita tidak melawan hawa nafsu maka ibadah itu akan mudah, jadi nafsu harus diselamatkan.
2. Kemuliaan seseorang ditentukan oleh hatinya yang bersih : TAQWA. Al-Hujurat : 13  Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Kemuliaan seseorang itu bukan karena dengan siapa dia hidup
Khodijah mulia bukan karena jadi istri Muhammad
Fatimah mulia bukan karena dia anak Muhammad
Aisyah mulia bukan karena istrinya Muhammad dan anaknya Abu Bakar
Mereka mulia karena hatinya bersih diawali oleh keimanannya kepada Allah swt
Asiyah menjadi istri Fir’aun tapi dia bisa menjadi orang yang mulia karena keimanannya kepada Allah swt dan Musa A.S.
Orang mulia tidak dikarenakan dari siapa dia dilarhirkan, anak siapa, istri siapa, suami siapa, tidak ditentukan oleh itu semua. Jika ditentukan oleh itu, maka Istrinya Nabi Nuh Istrinya Nabi sholeh, Putranya Nabi Nuh akan masuk surga, tapi bukan berdasarkan itu!. Tetapi adalah oleh dirinya sendiri, ketika dia bertakwa kepada Allah swt maka dia akan dimuliakan. Tidak ada ceritanya guru lebih baik daripada muridnya, tidak ada ceritanya guru lebih baik daripada santrinya.

3. Kebersihan jiwa –>kebersihan perilaku  Hadits arba’in : 6
….Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.
Jadi konsentrasi kita ialah bagaimana memperbaiki batin agar akhlaq itu baik.

4. hati yang bersih tempat hubungan atau ikatan kuat antara hamba dengan Allah swt –> Hadits riwayat muslim : “Sesungguhnya Allah tidak melihat wajah dan fisik kalian namun Allah melihat hati dan amal kalian”.
Hati harus dibersihkan agar tidak ada hijab kita dengan Allah swt, ketika kita melakukan kebaikan kita merasa jenuh bisa jadi karena ada hijab antara kita dengan Allah swt. Hijab inilah yang membuat orang tidak bisa melihat kebaikan adalah kebaikan, kejahatan adalah kejahatan, tapi Allah balikkan sehingga ia tersesat. Tetapi ketika sudah tidak ada hijab maka akan Allah tunjukkan bahwa kebenaran adalah kebenaran dan kejahatan adalah kejahatan.

Tingkatan Agama
Hadits Arba’in ke-2
Di akhir dialog Rasulullah bertanya kepada Umar : “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?” Saya menjawab,” Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui” Rasulullah berkata,” Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu”
Para ulama ahli tafsir hadits menjelaskan bahwa agama ada 3 tingkatan
1. Islam dalam arti ini adalah syariat : penataan ibadah lahir sesuai dengan aturan islam (dalam hal ibadah, bernegara secara dzohir semua ditata supaya sesuai dengan syariat), penataan ini perlu proses tarbiyah yang panjang, seperti ketika orang yang mengakui muslim belum tentu dia muslim, ketika mengakui mukmin belum tentu dia beriman. Sehingga perlu tarbiyah yang panjang karena berhubungan kuat dengan penataan batin.
2. IMAn bisa dikatakan Akhlaq : Penataan batin dan lahir dari sisi pelaku
Akhlaq batin –>  membersihkan hatinya dari penyakit-penyakitnya, yang ada hubungannya dengan ihsan, yang paling besar ada dua hal yaitu kesyirikan (orang bisa dikatakan musyrik, tidak ada dengan objek, Karena keyakinan dari subjeknya yang bermasalah). Oleh karena itu aspek ini harus dibersihkan, melepaskan semua keterikatan batin dengan makhluk dan mengikatkan hati kepada Allah swt. Iman disini tidak hanya sampai kepada “aku percaya” Al-ikhlas : 2 Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya semua mahkluk
Hanya saja manusia merasa lebih butuh kepada mahkluk, daripada Allah swt. Padahal semua itu harus atas semua izin Allah swt. Bukan percaya kepada objek tetapi percaya kepada dzat yang memberikan objek, inilah yang harus ditata (batin) dengan tarbiyah.

3. Ihsan bisa dikatakan suluk : proses perbaikan diri –>  Riyadhatun nafs/melatih jiwa (dengan ibadah-ibadah : puasa, tilawah, sholat, karena nafsu itu harus di iqob). Sering kali kita marah ketika orang berbuat maksiat, tetapi tidak marah ketika “kita”yang berbuat salah. Padahal kita harus meng’iqob nafsu kita dengan memaksimalkan ibadah-ibadah kita. Bentuk sanksinya jangan diikuti nafsunya. Kalo dalam aspek dunia : zuhud, rejeki : qona’ah, nikmat : syukur. Proses melatih diri inilah disebut Riyadhatun nafs.
Ada 2 hal dalam Riyadhatun Nafs
— takhliyah (mengosongkan batin dari sifat yang tercela)
Takhliyah (mengosongkan batin dari sifat yang tercela)  masalah yang besar terjadi bagi orang-orang yang mempunyai “posisi”. Senang ketika disanjung, akan mempengaruhi hati. Jangan diikira orang semakin diatas penyakit hatinya semakin bersih. Sampai para ulama pun ingin menjadi orang yang “biasa” saja, karena akan semakin sulit mengatur hati. Pakaian ketenaran adalah PENYAKIT.
— tahliyah (menghiasi hati dengan sifat-sifat yang terpuji)

Ketika sudah melatih hati maka akan muncul :
— Tajliyah (akan terlihat keagungan Allah dan memuliakan Allah, karena hati yang bersih akan bisa melihat keagungan-keagungan Allah)
— Ma’rifat (akan menyibukkan batinnya hanya untuk beribadah kepada Allah swt) : kesibukan batin dan lahir dalam ibadah : menjalankan perintah dan meinggalkan larangan –>  Fathir : 32. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Karena proses tazkiyatun Nafs adalah proses yang panjang sampai ia mati proses itu pun tidak akan selesai.

-Sekian-

Rumah Cahaya Bertasbih

Rumah Cahaya Bertasbih
oleh Yessy Chan pada 11 November 2011 pukul 18:32 •

putri_cahaya
Rumah Cahaya Bertasbih

Melihat kembali foto-foto “moment” kita…
Teringat dengan satu nama tempat yang akan selalu kita ingat…
Rumah Cahaya

Ukhti
Rumah ini pernah menjadi saksi amalan kita di dunia
semasa kaki-kaki kita sering berlari-lari kecil Rumah Cahaya ini
mendegup-degupkan dengan keramaian kita
dengan shalat jama’ah kita, ,
dengan shalat malam kita
dengan lantunan tilawah kita,
dengan kelas tahsin qiroati kita,
dengan muroja’ah kita
dengan dzikir al ma’surat kita
dengan riuh rendah diskusi kita,
dengan majelis ilmu  yang menghiasi perjalanan kita di Rumah Cahaya
Sepanjang jalan multazam-raudhoh-mudzdalifah hingga tempat majelis ilmu

Ukhti
Ia, hanya sebuah bangunan,
namun ia pernah menjadi saksi kebersamaan kita,
ketika tertatih-tatih kita belajar menjadi dewasa,
ketika sebuah impian menghiasi masa amanah kita di kampus,
impian berjuang di jalan-Nya, dengan cara yang benar…,
memperbaiki diri, lalu orang lain, belajar,
agar suatu hari kita bisa membanggakan agama ini dengan prestasi kita….

Ukhti
mungkin kini kita telah tidak bersama lagi di Rumah Cahaya….
Langkah kaki-kaki kita tak lagi mendegup-degupkan lantainya yang dingin dan putih….
Nafas-nafas kita tak lagi berseliweran melewati jendela-jendela atau pintu-pintu kayu-nya yang coklat tua lagi kokoh…,sepanjang multazam hingga mushola
tangan-tangan kita tak lagi membersihkannya setiap pekan, (mushola,dapur,ruang keluarga, jemuran, halaman dll)
kaki-kaki itu akan digantikan oleh yang lain…,
nafas-nafas itu juga akan digantikan oleh nafas-nafas lain….,
tangan-tangan itu pun akan tergantikan….
Namun, tidakkah Engkau rasakan Rumah Cahaya rindu…?
Mungkin ia rindu tawa kita yang pernah ia dengar,
mungkin ia rindu kegaduhan kecil kita yang konyol dan sebenarnya tidak terlalu penting,
mungkin ia rindu majelis-majelis  ilmu kita….diskusi-diskusi kita.
Dapatkah Engkau mendengar ia bertasbih….?
Dan kita juga pasti akan rindu
Rindu dengan nasehat-nasehat orang tua kita (ustadz-ustadzah)
Rindu dengan bantuan sahabat kita
Rindu dengan canda tawa sahabat kita
Rindu dengan pertengkaran kecil kita
Rindu dengan tangisan”konyol” kita
Rindu dengan dapur yang selalu mengepul
Rindu….dan Rindu….

Ukhti
Bukankah di akhirat pun benda mati akan jadi saksi…?
Semoga Rumah Cahaya dapat menjadi saksi kebaikan yang kita lakukan…amin.

Ukhti
sejauh apapun kita melangkah…,
mari kita dengarkan…,
bisikan Rumah Cahaya…
agar kita selalu tetap berada di jalan-Nya.Ya Allah,
istiqomahkanlah kami…., amin…..

Dengan penuh rindu, Rumah Cahaya bertasbih….

*Perjuangan tidak akan terhenti disini, tapi baru saja akan bermula =)

(Persembahan terakhir menggunakan fasilitas wifi di Rumah Cahaya =)
Terutama teman sekamarku selama 2 tahun = jazakillah ukhti sudah mau menerima kekuranganku =)
Semua sahabatku tercinta yang menemani aku untuk tumbuh menjadi manusia yang lebih bijaksana… Sesungguhnya hanya Allah yang harus menjadi saksi dan sebab, kenapa aku begitu mencintai Rumah Cahaya dan Seisinya.

(Rumah Cahaya, 11 November 2011)
*Disaat membersihkan sisa-sisa terakhir di kamar tercinta

Suka • • Berhenti Mengikuti Kiriman • Bagikan • Hapus

•    Lya Lutfuntika, Suci Utami, Septiawati Binti Agus Rachmanto dan 6 lainnya menyukai ini.

Putri Dwianasari Klontang-klontang ♪♬
Bunyi tanda notifikasi facebook yang sedikit mengalihkan pendengaranku dikala sedang menikmati lantunan tilawah..

Tilawah orang-orang yg mungkin 2-3 hari ke depan bakalan gak bisa kudengar sesering sebelumnya..

Tilawah yang beberapa hari ke depan bakal terganti suaranya oleh orang2 yg berbeda..

Tapi,biarpun berbeda suaranya..itu juga tilawah..
Kalian juga..biarpun berbeda tempatnya..kalian juga..*isi sendiri titik-titik nya*
11 November 2011 pukul 18:47 • Suka

Hanif Imsa Alfasandi bagus istilahnya Rumah Cahaya Bertasbih,,,
11 November 2011 pukul 19:23 • Suka

Nadia Qonita Ia akan rindu kegaduhan jam2 pagi saat kita memasak, sebagaimana rindunya peradaban ini akan ummahat2 tangguh..
Rindu kesyahduan kantuk kita di kelas, sebagaimana rindunya kita akan tiap tetes ilmu dr para asatidz..
Rindu ribut kita membincang kampus, sebagaimana rindunya kampus akan lahirnya jiwa2 baru dari rumah cahaya..
Rindu teriakan orang yang mengingatkan kita piket, sebagaimana rindunya da’wah ini akan jiwa2 berkomitmen dan amanah..
Rindu suara kecil.. ‘ammah adia’.. ‘ammah entek’.. Atau nyanyian bebek-bebekku sebagaimana rindunya ummat ini akan sosok generasi baru yg akan lahir dari rahim2 kita..
Rindu teriakan..’habis kamu, aku ya.. Ntar panggil!!’ sebagaimana rindunya ukhuwah akan kekokohan iman..
Rindu pemandu yg sering kita datangi untk minta ijin akhir pekan, sebagaimana rindunya da’wah ini akan jiwa2 yg slalu bergegas memenuhi panggilan..

2 tahun ini terlalu penuh kenangan!
Smg kta termasuk pd mereka yg bertemu dan berpisah karena Allah..
11 November 2011 pukul 19:29 • Suka

Yessy Chan panggilan spesial : Tami Ahda Syahida dan Mislina Ilyas hehe
11 November 2011 pukul 19:37 • Suka

Tami Ahda Syahida *ketika tidak ada lovanri,,maka jau dari huru hara facebook,,,
11 November 2011 pukul 21:20 • Suka

Tami Ahda Syahida Merindukan tertawa bersama teman sekamarku dan Kiki
Merindukan menggoda tetangga depan kamar
Merindukan suara dengkuran di sekelas
Merindukan kiki dan teman sekamarku tidur di kelas
Merindukan membuat minuman special berdua bersama yessy
Merindukan makan buah bersama teman sekamarku
Merindukan maskeran bersama teman sekamarku
Merindukan suara teman sekamarku yang membangunkanku ketika malam
11 November 2011 pukul 21:32 • Suka

Putri Dwianasari Pun Voucher lovanri..yg akan kalian rindukan..
Voucher lovanri..yang menjadi pintu kehidupan asma amanina utk menyeruak ke dunia luar..
Yg semoga hanya menyisakan hikmah dan kebaikan bagi yg menyaksikan..
Hahah,bukan aib dan keburukan..

Hari ini voucher lovanri habis,tidak ada kehidupan dunia luar..
11 November 2011 pukul 23:14 • Suka

Atik Dina Tak terasa, airmataku meleleh lg..
Kawan, maafkan aku ya..
Atas ‘annoying2’ yg kulakukan,
Atas teguran kerasku untk masalah piket, atas ‘gelendotanku’
Atas ketukan tanganku di pintu2 kamar kalian mencri makanan,
Atas huru hara dan keceriaan yg kubawa..
Demi Allah, aku mencintai kalian..

Jd teringat akan janji yg pernh terucp.. (Entah serius ato becanda)
10 th lag qt reuni ya..:-)
Ato ada yg bilg, ayuk, reuni di mekkah..
Yg lebh syahdu tentu ayuk reuni di syurga..:-)
12 November 2011 pukul 4:52 • Suka • 1

Denok Asih Tri Ranti Aq tak bisa berkata- kata yang bagus, tapi aq pgn nangis bc comment kalian semua, hiks
12 November 2011 pukul 10:38 • Suka

Lya Lutfuntika doakan aku semoga bisa merasakannya juga. “Rumah Cahaya”

hikz
12 November 2011 pukul 17:56 • Suka

Yoshinta Nikentari Jika ummu Fadlilah Ramadhani mengatakan, “Emas dimanapun tetap emas.”

Maka, “Cahaya dimanapun tetap cahaya, hanya saja bisa terjaga untuk tetap/lebih memancar ataukah rela redup terdegradasi oleh keadaan.”

Love you alL ^^

cc: Novita Lita Sari, Tsani Asma, Dwi Syams, Septiawati Binti Agus Rachmanto, RiNa Kurniati Mubasyiroh
13 November 2011 pukul 7:43 • Suka

Rynd Fidrian suatu hari di sebuah taman bernama “Firdaus”:
berjalan-jalan aku di bawah rindangnya tanaman2 syurga yang tidak panas, tidak dingin. Sejuk. Sejuk yang tak pernah dirasakan sebelumnya..
di tengah melewati taman buah dan pepohonan itu, aku mendengar seperti suara lebah yang mendengung.. Memenuhi taman.. dan mataku tertuju pada sebuah papan kayu bertuliskan bahasa arab, yg artinya: “Rumah Cahaya: lewat sini…”. Papan kayu itu berada pada di depan jalan setapak yang tertutup pepohonan
“Rumah Cahaya??” pikirku. Seperti pernah mendengar kata itu…
Aku berjalan mengikuti jalan setapak itu. Makin penasaran, langkah mulai kupercepat, meski masih lambat. Dan suara itu terdengar semakin jelas.. semakin jelas… hingga akhirnya, aku sampai di sebuah gate dari rumput yang tinggi. Saat kusibakkan rimbunan daun yang menutupi gate tadi, kulihat orang yang sebelumnya sudah pernah ku kenal di dunia…
Org2 yg dlu senantiasa mengingatkan piket..
org2 yg dlu sering tidur di kelas…
org2 yg dlu setia “ngerokin” aku pas masuk angin..
org2 yg sabar memberikan nasihat…
dan semuanya…
kalian… saudari2ku di sebuah Rumah Cahaya, yang dulu aku belajar disana..Rumah Cahaya Asma amanina…
“Hey kaliaaaaan……… Assalamua’alaykum..”
“….hey… hey………………
……………….
“hey Rin, ngapain bengong, ayo berangkat kajian…”
Ups.. ternyata aku lagi nghayal… haha… “Ayooo..!^0^”

Teman… Smoga tasbih2 itu mempertemukan kita kembali di “Rumah Cahaya” yang sesungguhnya, kelak… di sana. Di syurga firdaus…. Amiin…. 🙂
13 November 2011 pukul 8:56 • Suka

Atik Dina dari Rizkia Nurinayanti dari mutarobbinya anak teknik. fulanah berkata: Asma Amanina dimana ya kak? yang ditanya menjawab: “sebentar, tak nanya *****n yang mau *i*a*….. (BR. @QQ) -Berita Riwayat- haghagahag…. tertawa sendiri mengingat ini
13 November 2011 pukul 18:23 • Suka

Lya Lutfuntika wah mb Rynd pinter bikin cerpen ternyata. lanjutkan mb^~ hoho
13 November 2011 pukul 21:44 • Suka

Rizkia Nurinayanti tiba-tiba dleweran di depan indomaret (memanfaatkan wifi gretongan)

Rabb, Dari Rumah ini akan lahir rahim-rahim peradaban
dari rumah ini akan muncul madrasah-madarasah jiwa
dari rumah ini akan dicetak ibu-ibu bangsa
yang jiwa dan raganya hanya tertuju padaMu
hanya padaMU
14 November 2011 pukul 16:10 • Suka

Rizkia Nurinayanti Atik Dina: yah walaupun benar mutarobbiku bilang gitu, tapi mbok ya gak usah di share (malah semakin menegaskan :P)

*sampai sekarang rhaudah bertahan dengan “kesendiriannya” 😛
14 November 2011 pukul 16:11 • Suka

Itulah yang diperbuat keimanan..

iman
oleh Yessy Chan pada 10 Februari 2011 pukul 9:36 •
Itulah yang diperbuat keimanan..
Membuka mata dan hati..
Menumbuhkan kepekaan,,

Menyirai kejelitaan, keserasian, dan kesempurnaan,,,

Iman adalah presepsi baru terhadap alam..
Apresiasi baru terhadap keindahan..

Dan kehidupan di muka bumi..
Di atas pentas ciptaan ALLAH..
Sepanjang malam dan siang…

(Sayyid Quthb)

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah pada Rabbmu dengan hati puas lagi diridhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam jannahKu....”
(Al-Fajr 27-30)

Harapan tanpa iman
Adalah kekecewaan yang menunggu waktu
Kebahagian tanpa barakah
Bagai bayang-bayang tanpa cahaya